ACEH TENGAH – Kabar duka kembali datang dari dataran tinggi Aceh. Hujan deras yang mengguyur wilayah Aceh Tengah pada Minggu sore, 13 September 2026, kembali memicu tanah longsor.
Kali ini, Kampung Sanehen, Kecamatan Silihnara, Aceh Tengah, menjadi lokasi bencana. Material longsor menghantam permukiman warga hingga menyebabkan satu unit rumah hancur.
Ketua KNPI Aceh Tengah, Feriyanto, yang kebetulan melintas di kawasan tersebut, turut membantu proses evakuasi. Ia mengatakan, terdapat sejumlah orang yang terkena material longsoran.
“Saya ikut mengevakuasi korban ke Puskesmas Silihnara, dan satu orang meninggal dunia saat dalam perjalanan ke Puskesmas,” kata Feri.
Peristiwa ini sontak menambah kekhawatiran masyarakat. Hujan deras kembali menjadi ancaman serius di wilayah Aceh Tengah yang memiliki sejumlah kawasan rawan longsor.
Yang membuat situasi semakin memprihatinkan, bencana ini terjadi belum genap setahun setelah banjir bandang dan longsor besar yang melanda Aceh Tengah pada 26 November 2025.
Bencana besar tersebut sebelumnya menyebabkan kerusakan di sejumlah wilayah dan meninggalkan trauma bagi masyarakat.
Kini, pada September 2026, ancaman serupa kembali muncul.
Hujan deras, tanah longsor, rumah hancur, dan korban jiwa kembali menjadi kabar yang harus dihadapi masyarakat Aceh Tengah.
Tim di lapangan masih melakukan penanganan dan pendataan. Hingga berita ini diturunkan, jumlah keseluruhan korban maupun kondisi korban lainnya belum dapat dipastikan dan masih menunggu informasi resmi dari pihak berwenang.
Data mengenai jumlah warga yang terdampak longsoran juga masih dalam proses pendataan.
Masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana diimbau tetap waspada, terutama saat hujan deras berlangsung dalam waktu lama.
0Comments